yuk belajar fisika menggunakan animasi agar fisika menjadi lebih mudah dan menarik :)
DOWNLOAD
Tuesday, April 30, 2013
Monday, April 29, 2013
Pedoman BPP-DN
bagi yang ingin melanjutkan S2, ini ada info tentang beasiswa pascasarjana atau yg lebih dikenal dg BPP-DN. Semoga bermanfaat
DOWNLOAD
DOWNLOAD
Tuesday, April 23, 2013
Pusaran Energi Ka'bah dan Rahasia Multazam
Ketika seseorang menunaikan ibadah haji, hampir dipastikan setiap orang
yang berthawaf akan menyempatkan diri untuk berdo’a di Multazam.
Multazam adalah suatu tempat di dekat Ka’bah antara Hajar Aswad dan
pintu Ka’bah. Konon, berdoa disini cepat dikabulkan Allah. Lalu, rahasia
apakah yang menyebabkan berdo’a di tempat ini menjadi demikian
mustajab ?
Hal ini akan dicoba ditelaah secara ilmiah, walaupun ada keterbatasan ilmu dan nalar.
Faktor-faktor penyebab Multazam menjadi tempat yang mustajab :
1. Faktor Nabi Ibrahim
2. Faktor Hajar Aswad
3. Faktor jutaan manusia yang berthawaf mengitari Ka’bah
1. Faktor Nabi Ibrahim
· Nabi Ibrahim adalah orang yang membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail.
· Nabi Ibrahim adalah hamba yang berhati lembut. Dalam bahasa lain dikatakan bahwa hati yang lembut akan memancarkan cahaya dan aura yang positif. Semakin lembut dan iklas seseorang, maka pancaran auranya akan semakin kuat dan bisa meresonansi (baca : mempengaruhi) lingkungan sekitarnya. Bila kita dekat dengan orang yang saleh, maka hidup dan hati kita akan tenteram.
· Nabi Ibrahim adalah Rasul dengan kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi, sehingga oleh Allah beliau dijadikan teladan untuk umat manusia. Hal ini dibuktikan ketika beliau diperintahkan Nya untuk mengorbankan anaknya. Semua itu dijalani dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan.
QS. Shaad (38) : 45
Dan ingatlah hamba-hamba Kami : Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang Tinggi.
· Dengan tingkat kepasrahan dan keikhlasan seperti ini, Nabi Ibrahim mempunyai pancaran energi yang luar biasa besarnya. Manusia dan lingkungan yang pernah menjadi lokasi aktifitas beliau akan teresonansi oleh energi beliau. Apalagi karya-karya yang lahir langsung dari tangan beliau – dengan bantuan Allah tentu saja
· Ka’bah adalah karya Nabi Ibrahim. Maka, di dalam Ka’bah ini – dengan izin Allah- tersimpan energi Nabi Ibrahim yang sangat besar. Apalagi Ka’bah menjadi tempat aktifitas beribadah selama bertahun-tahun, maka Ka’bah menyimpan energi yang positif. Dekat dengan Kab’ah serasa dekat dengan Nabi Ibrahim. Kita merasakan ketenangan, kedamaian dan kelembutan, persis seperti sifat Nabi Ibrahim. Maka berdo’a di dekat Ka’bah akan membantu kita untuk khusyuk dan hati menjadi tenang dan fokus pada saat berdo’a. Hilang semua kesombongan dan keangkuhan, sehingga do’a kita menjadi didengar oleh Allah.
QS. Al A’raaf (7) : 55
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas
2. Faktor Hajar Aswad (Batu Hitam)
· Hajar Aswad adalah Batu Hitam yang –konon- jatuh dari langit (kemungkinan besar meteor) yang memiliki kadar logam yang sangat tinggi.
· Hajar Aswad dijadikan sebagai salah satu bagian dari batu fondasi Ka’bah oleh Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail mendapat perintah dari Allah untuk meninggikan fondasi Ka’bah yang sampai kini menjadi pusat peribadatan umat Islam.
Qs. Al Baqarah (2) : 127
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui".
Energi yang dipancarkan oleh Nabi Ibrahim sepanjang interaksinya pada waktu itu tersimpan dalam sistem bangunan Ka’bah. Apalagi seusai membangun Ka’bah itu beliau berdua (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) berdo’a memohon agar ibadah dan do’a mereka diterima seperti ayat di atas. Hajar Aswad berfungsi sebagai semacam pintu masuk dan keluarnya energi Ka’bah karena memiliki daya hantaran elektromagnetik yang sangat tinggi. Energi Ka’bah mengalir deras di bagian ini meliputi orang disekitarnya. Karena itu orang yang berada paling dekat dengan Hajar Aswad (disitulah letaknya Multazam) itulah yang mengalami pengaruh paling besar karena getaran gelombang doanya berinteraksi dengan sistem energi Ka’bah.
· Hajar Aswad kemungkinan besar memiliki konduktivitas yang luar biasa.
Hal ini dibuktikan saat ada petir yang secara tiba-tiba menyambar Ka’bah pada tahun 1995. Anehnya, petir itu tidak menyambar pengkal petir di gedung-gedung tinggi di sekitar Masjidil Haram, melainkan menyambar Ka’bah. Secara ilmu fisika hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya konduktivitas Hajar Aswad dibandingkan dengan Platina yang berada di ujung penangkal petir di gedung-gedung tinggi tersebut. Dalam keadaan biasa, petir seharusnya menyambar benda tertinggi dari permukaan tanah
3. Faktor Orang Berthawaf
· Sesungguhnya setiap perbuatan manusia menghasilkan gelombang eleltromagnetik. Gelombang ini memancar ketika kita sedang berpikir maupun sedang melakukan aktifitas fisik.
· Hal ini terjadi karena tubuh manusia merupakan kumpulan bio elektron yang berputar-putar di setiap atom penyusun tubuh kita. Ketika sedang berbicara, sebenarnya kita sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita. Begitu pula, saat kita melakukan sesuatu, artinya kita sedang memantulkan gelombang cahaya ke berbagai penjuru. Jika tertangkap mata seseorang, gerakan atau perbuatan kita bisa dilihat olehnya.
· Bila kita sedang berpikir maka otak kita juga memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat perekam otak yang disebut EEG (Electric Encephalo Graph). Jadi, setiap aktifitas kita selalu memancarkan energi.
· Dalam Ilmu Fisika, kita mengenal Kaidah Tangan Kanan, yang berbunyi : Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka pada konduktor itu akan muncul medan gelombang elekromagnetik yang mengarah ke atas.
· Ketika jutaan orang berthawaf mengelilingi Ka’bah, hal ini akan seperti ada arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan arah jarum jam mengitari Ka’bah. Kenapa hal ini terjadi ? Hal ini disebabkan tubuh manusia mengandung bio elektron. Ini disebabkan karena Ka’bah, khususnya Hajar Aswad telah berfungsi sebagai konduktor seperti dalam teori Kaidah Tangan Kanan. Bukan konduktor, tapi super konduktor !!
· Gelombang tersebut akan membantu kekuatan do’a orang-orang yang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang berada di dekat Hajar Aswad.
Analogi dengan penyiar radio
· Pada saat seorang penyiar berbicara di depan mikropon, sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya
· Suara dia bisa terdengar (dengan peralatan penerima) dari jarak yang sangat jauh. Hal ini terjadi karena energi suaranya “diangkut” oleh gelombang elektromagnetik dan dipancarkan oleh pemancar dengan power yang besar. Semakin besar powernya, akan semakin besar pula jarak tempuhnya, bisa menjangkau berkilo-kilo meter dari sumber suara.
· Orang yang berdo’a di dekat Multazam adalah laksana seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di depan “mirofon” Hajar Aswad. Ketika dia berdo’a, maka pancaran energi do’anya itu akan ditangkap oleh super konduktor Hajar Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat orang yang berthawaf.
· Dengan demikian energi do’a kita akan “menumpang” gelombang elektromagnetik yang keluar dari Ka’bah itu, mirip dengan yang terjadi pada radio. Kekuatan do’a kita menjadi berlipat kali besarnya dari semula karena dibantu oleh power yang demikian besar dari Ka’bah menuju Arasy Allah.
· Karena power yang demikian besar itulah maka berdo’a di Multazam menjadi demikian mustajab. Energi itu jauh lebih cepat sampai kepada Allah dan cepat pula mendapat balasannya.
(Source : www.hikmahfm.com, ringkasan dari buku "Pusaran Energi Ka'bah" karya Agus Mustofa)
Hal ini akan dicoba ditelaah secara ilmiah, walaupun ada keterbatasan ilmu dan nalar.
Faktor-faktor penyebab Multazam menjadi tempat yang mustajab :
1. Faktor Nabi Ibrahim
2. Faktor Hajar Aswad
3. Faktor jutaan manusia yang berthawaf mengitari Ka’bah
1. Faktor Nabi Ibrahim
· Nabi Ibrahim adalah orang yang membangun Ka’bah bersama Nabi Ismail.
· Nabi Ibrahim adalah hamba yang berhati lembut. Dalam bahasa lain dikatakan bahwa hati yang lembut akan memancarkan cahaya dan aura yang positif. Semakin lembut dan iklas seseorang, maka pancaran auranya akan semakin kuat dan bisa meresonansi (baca : mempengaruhi) lingkungan sekitarnya. Bila kita dekat dengan orang yang saleh, maka hidup dan hati kita akan tenteram.
· Nabi Ibrahim adalah Rasul dengan kualitas kepasrahan dan keikhlasan yang sangat tinggi, sehingga oleh Allah beliau dijadikan teladan untuk umat manusia. Hal ini dibuktikan ketika beliau diperintahkan Nya untuk mengorbankan anaknya. Semua itu dijalani dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan.
QS. Shaad (38) : 45
Dan ingatlah hamba-hamba Kami : Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang Tinggi.
· Dengan tingkat kepasrahan dan keikhlasan seperti ini, Nabi Ibrahim mempunyai pancaran energi yang luar biasa besarnya. Manusia dan lingkungan yang pernah menjadi lokasi aktifitas beliau akan teresonansi oleh energi beliau. Apalagi karya-karya yang lahir langsung dari tangan beliau – dengan bantuan Allah tentu saja
· Ka’bah adalah karya Nabi Ibrahim. Maka, di dalam Ka’bah ini – dengan izin Allah- tersimpan energi Nabi Ibrahim yang sangat besar. Apalagi Ka’bah menjadi tempat aktifitas beribadah selama bertahun-tahun, maka Ka’bah menyimpan energi yang positif. Dekat dengan Kab’ah serasa dekat dengan Nabi Ibrahim. Kita merasakan ketenangan, kedamaian dan kelembutan, persis seperti sifat Nabi Ibrahim. Maka berdo’a di dekat Ka’bah akan membantu kita untuk khusyuk dan hati menjadi tenang dan fokus pada saat berdo’a. Hilang semua kesombongan dan keangkuhan, sehingga do’a kita menjadi didengar oleh Allah.
QS. Al A’raaf (7) : 55
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas
2. Faktor Hajar Aswad (Batu Hitam)
· Hajar Aswad adalah Batu Hitam yang –konon- jatuh dari langit (kemungkinan besar meteor) yang memiliki kadar logam yang sangat tinggi.
· Hajar Aswad dijadikan sebagai salah satu bagian dari batu fondasi Ka’bah oleh Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail mendapat perintah dari Allah untuk meninggikan fondasi Ka’bah yang sampai kini menjadi pusat peribadatan umat Islam.
Qs. Al Baqarah (2) : 127
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui".
Energi yang dipancarkan oleh Nabi Ibrahim sepanjang interaksinya pada waktu itu tersimpan dalam sistem bangunan Ka’bah. Apalagi seusai membangun Ka’bah itu beliau berdua (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) berdo’a memohon agar ibadah dan do’a mereka diterima seperti ayat di atas. Hajar Aswad berfungsi sebagai semacam pintu masuk dan keluarnya energi Ka’bah karena memiliki daya hantaran elektromagnetik yang sangat tinggi. Energi Ka’bah mengalir deras di bagian ini meliputi orang disekitarnya. Karena itu orang yang berada paling dekat dengan Hajar Aswad (disitulah letaknya Multazam) itulah yang mengalami pengaruh paling besar karena getaran gelombang doanya berinteraksi dengan sistem energi Ka’bah.
· Hajar Aswad kemungkinan besar memiliki konduktivitas yang luar biasa.
Hal ini dibuktikan saat ada petir yang secara tiba-tiba menyambar Ka’bah pada tahun 1995. Anehnya, petir itu tidak menyambar pengkal petir di gedung-gedung tinggi di sekitar Masjidil Haram, melainkan menyambar Ka’bah. Secara ilmu fisika hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya konduktivitas Hajar Aswad dibandingkan dengan Platina yang berada di ujung penangkal petir di gedung-gedung tinggi tersebut. Dalam keadaan biasa, petir seharusnya menyambar benda tertinggi dari permukaan tanah
3. Faktor Orang Berthawaf
· Sesungguhnya setiap perbuatan manusia menghasilkan gelombang eleltromagnetik. Gelombang ini memancar ketika kita sedang berpikir maupun sedang melakukan aktifitas fisik.
· Hal ini terjadi karena tubuh manusia merupakan kumpulan bio elektron yang berputar-putar di setiap atom penyusun tubuh kita. Ketika sedang berbicara, sebenarnya kita sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita. Begitu pula, saat kita melakukan sesuatu, artinya kita sedang memantulkan gelombang cahaya ke berbagai penjuru. Jika tertangkap mata seseorang, gerakan atau perbuatan kita bisa dilihat olehnya.
· Bila kita sedang berpikir maka otak kita juga memancarkan gelombang-gelombang yang bisa dideteksi dengan menggunakan alat perekam otak yang disebut EEG (Electric Encephalo Graph). Jadi, setiap aktifitas kita selalu memancarkan energi.
· Dalam Ilmu Fisika, kita mengenal Kaidah Tangan Kanan, yang berbunyi : Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka pada konduktor itu akan muncul medan gelombang elekromagnetik yang mengarah ke atas.
· Ketika jutaan orang berthawaf mengelilingi Ka’bah, hal ini akan seperti ada arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan arah jarum jam mengitari Ka’bah. Kenapa hal ini terjadi ? Hal ini disebabkan tubuh manusia mengandung bio elektron. Ini disebabkan karena Ka’bah, khususnya Hajar Aswad telah berfungsi sebagai konduktor seperti dalam teori Kaidah Tangan Kanan. Bukan konduktor, tapi super konduktor !!
· Gelombang tersebut akan membantu kekuatan do’a orang-orang yang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang berada di dekat Hajar Aswad.
Analogi dengan penyiar radio
· Pada saat seorang penyiar berbicara di depan mikropon, sebenarnya dia sedang menumpangkan suaranya pada gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya
· Suara dia bisa terdengar (dengan peralatan penerima) dari jarak yang sangat jauh. Hal ini terjadi karena energi suaranya “diangkut” oleh gelombang elektromagnetik dan dipancarkan oleh pemancar dengan power yang besar. Semakin besar powernya, akan semakin besar pula jarak tempuhnya, bisa menjangkau berkilo-kilo meter dari sumber suara.
· Orang yang berdo’a di dekat Multazam adalah laksana seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di depan “mirofon” Hajar Aswad. Ketika dia berdo’a, maka pancaran energi do’anya itu akan ditangkap oleh super konduktor Hajar Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat orang yang berthawaf.
· Dengan demikian energi do’a kita akan “menumpang” gelombang elektromagnetik yang keluar dari Ka’bah itu, mirip dengan yang terjadi pada radio. Kekuatan do’a kita menjadi berlipat kali besarnya dari semula karena dibantu oleh power yang demikian besar dari Ka’bah menuju Arasy Allah.
· Karena power yang demikian besar itulah maka berdo’a di Multazam menjadi demikian mustajab. Energi itu jauh lebih cepat sampai kepada Allah dan cepat pula mendapat balasannya.
(Source : www.hikmahfm.com, ringkasan dari buku "Pusaran Energi Ka'bah" karya Agus Mustofa)
Monday, April 22, 2013
Kenapa Pria diharamkan memakai emas ?
Inilah
tinjauan ilmiah atau analisa medisnya.. Para ahli fisika telah
menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan
masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita ( pria ) mengenakan emas
dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang
ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas
dalam prosentase yang melebihi batas ( diikenal dengan sebutan
" Migrasi Emas " )
Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer.
Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua
kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil.
Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau
terpaksa. Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ?
Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel
berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.
Ternyata Islam begitu hebat !. Dilarang oleh rasulullah ternyata karena
ada dampak negatif. Padahal dulu, 1400 tahun yang lalu, belum ada para
ahli fisika, tetapi Rasulullah sudah tahu.
Subhanallah
Sunday, April 14, 2013
Kebahagiaan dan Mestakung
Seorang
pembicara wanita yang rumah tangganya harmonis ditanya: “apakah
suaminya yang membuat dia bahagia?” jawabnya mengejutkan sekali :
“tidak!”. Menurut dia, yang membuat ia bahagia adalah dirinya sendiri.
Seorang tua dimasukan ke rumah jompo, alih-alih bersungut-sungut ia
bersyukur. Ia bersyukur dapat kamar yang kecil, ia bersyukur masih bisa
dapat makan, ia bersyukur mempunyai teman-teman jompo lainnya, ia
bersyukur dan bersyukur… dan ia merasa dirinya berbahagia…
Dalam konsep mestakung ketika kita men”set-up” pikiran kita atau
PERCAYA bahwa kita adalah orang yang berbahagia, maka terjadilah
pengaturan diri di dalam tubuh kita. Sikap dan pikiran kita terasa lebih
positif. Rasa percaya ini dapat ditimbulkan dengan menuliskan “saya
diciptakan untuk jadi orang yang berbahagia” dalam buku, di tembok atau
dimana saja. Bisa juga dengan berdoa, meditasi, atau membayangkan diri
kita adalah orang yang berbahagia. Dalam mestakung kondisi percaya ini
adalah kondisi kritis (kita percaya walaupun kenyataannya kita belum
dapat) yang mampu menggerakan sesuatu untuk mengatur diri.
Perubahan sikap ini harus dilanjutkan dengan TINDAKAN, yaitu kalau dulu
sering cemberut sekarang cobalah lebih sering senyum, dulu sering
mengeluh sekarang cobalah lebih sering bersyukur, dulu sering ngomong
kasar sekarang katakan dengan tutur bahasa yang lebih halus, dulu malas
bantu ibu sekarang bersemangatlah bantu ibu, dulu benci orang sekarang
doakanlah mereka, dulu sulit berbagi sekarang rajinlah memberi, dulu
sering berpikiran negatif terhadap temannya sekarang berpikirlah positif
tentang dia dst…dst… Dan jangan lupa berdoa agar kita bisa tetap
melakukan ini terus menerus dan tetap rendah hati.
Ketika
kita lakukan ini dengan TEKUN maka terjadilah mestakung (pengaturan
diri), kita akan melihat keluarga mulai tersenyum pada kita membuat kita
berbahagia, tetangga mulai mau bertegur sapa dengan kita membuat kita
lebih bahagia, teman sekolah/kerabat kerja lebih bersahabat dan membuat
kita lebih bahagia lagi, sepertinya seluruh dunia membuat kita lebih
lebih bahagia… dan kita merasa menjadi orang yang berbahagia di dunia
ini…
Sebaliknya kalau kita men “set-up” (mengeluh terus
menerus) diri kita sebagai orang yang paling malang, maka terjadilah
pengaturan diri (mestakung)… kita benar-benar menjadi orang termalang di
dunia…
Pilihan bahagia atau tidak, ada dalam diri kita….Kita
yang menentukan mau jadi orang berbahagia atau tidak… Proses mestakung+
akan bantu merealisasikan pilihan kita…
ILMU FISIKA dalam Al-QUR’AN
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun
dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Al Qur’an, 36:36)
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
KEBENARAN KISAH ASHABUL KAHFI DALAM ILMU FISIKA
Mereka serasa tertidur satu hari didalam gua, namun zaman ternyata telah berganti selama 309 tahun (pendapat lain menyatakan 350 tahun).
وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعاً
“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (QS 18:25)
Bagaimana bisa?
Hal ini bisa dibuktikan dengan analisis melalui fisika modern, yaitu teori relativitas Einstein.
“Jika suatu benda, makhluk hidup atau apa saja yang bergerak dengan kecepatan tertentu (mendekati kecepatan cahaya), maka benda tersebut akan mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang.”
Dan didalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 18 termaktub :
“Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.” (QS 18:18)
“…Kami balik-balikkan mereka kekanan dan kekiri…” yang berarti mereka di dalam gua bergerak (digerakkan) dengan kecepatan tertentu. Berapa kecepatan mereka, sehingga mereka dapat hidup melitasi zaman? Dari data-data yang kita dapatkan dari Al-Quran berikut analisis untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus pembuktian kebenaran Ashabul Kahfi dalam Al-Quran.
Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang bergerak) t0 = 1 hari. Sedangkan waktu yang sebenarnya adalah t = 309 tahun = 109386 hari (tahun qomariah 1 tahun = 354 hari).
Dan jika nilai t1 dan t0 dimasukkan kedalam rumus :
V2 = 0,99999.C2
V = 0,999999C
Dari penjabaran diatas, jika para Ashabul Kahfi bergerak (digerakkan) mendekati kecepatan cahaya, maka ini membutktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi.
Kemudian penjelasan lainnya.
“…Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka…”
Mengapa orang yang melihat mereka ketakutan?
Seperti penjelasan teori relativitas diatas, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan tinggi maka selalu mengalami dilatasi waktu juga mengalamai kontraksi panjang dengan perumusan ;
Jika V mendekati kecepatan cahaya, maka nilai L1 ( panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda) akan mendekati nol. Ini berarti Ashabul Kahfi sudah hampir tidak terlihat wujudnya oleh orang yang melihatnya dari luar.
Namun bahwa mereka digerakkan ke kakan dan ke kiri , yang berarti mereka bergerak bolak balik, sesuai dengan teori fisika bahwa sebuah benda yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah semula, maka benda tersebut akan mengalami berhenti sesaat sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnnya akan kembali seperti semula. Sehingga setiap saat mereka akan berubah dari ukuran semula… mengecil… menghilang… membesar… ukuran semula. Begitu seterusnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana wujud mereka. Tentulah sangat mengerikan bukan?
Penjelasan berikutnya.
فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَداً
“Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,” (QS 18:11)
Mengapa telinga mereka ditutup?
Sebagaimana kita semua telah mengetahui bahwa bunyi ditimbulkan dari suatu benda yang bergetar atau bergerak dan getaran benda itu menggetarkan udara. Selanjutnya udara tersebut menggetarkan selaput telinga, gendang telinga yang frekwensi getarannya sama dengan getaran frekwensi getaran benda, maka kita mendengar bunyi.
Namun apabila suatu benda bergerak diatas kecepatan bunyi, maka akan terjadi patahan gelombang (supersonic fracture) yang menimbulkan ledakan suara yang luar biasa kuatnya, bahkan mengakibatkan pecahnya kaca dan bengunan-bangunan. Misalnya pada pengemudian pesawat supersonic yang mengakibatkan suara yang meledak-ledak dan meruntuhkan bangunan dan kaca-kaca disekitarnya.
Demikian pula dengan Ashabul Kahfi. Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa gerakannnya mendekati kecepatan cahaya sehingga juga berlaku patahan-patahan gelombang, yang akan menimbulkan ledakan suara seperti halnya pesawat supersonic. Oleh karena itu sesuai dengan ayat 11 surat Al Kahfi telinga mereka ditutup selama beberapa tahun, ternyata guna melindungi gendang telinga meraka dari ledakan-ledakan suara yang ditimbulkan dari gerakan mereka yang terlalu cepat.
Dari analisis diatas kita dapat membuktikan secara ilmiah kebenaran cerita Ashabul Kahfi yang dulu oleh orang-orang barat dianggap cerita fantasi. Karena mereka mengganggap cerita itu tidak masuk akal, dan selama ini belum terbukti orang mampu hidup tanpa makan dan minum sampai bertahun-tahun.
Dan mereka memvonis semua cerita yang tidak masuk akal tidak dapat diterima sebagi suatu kebenaran. Persepsi yang demikian itu salah, analisis diatas membuktikan bahwa sesuatu yang tadinya tidak masuk akal menjadi masuk akal. Ini membuktikan bahwa akal manusia itu terbatas, karena mungkin akal manusia belum mampu mencerna dan menganalisis hal-hal tersebut.
Wallahu a’lam bishowab…
Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.
KEBENARAN KISAH ASHABUL KAHFI DALAM ILMU FISIKA
Mereka serasa tertidur satu hari didalam gua, namun zaman ternyata telah berganti selama 309 tahun (pendapat lain menyatakan 350 tahun).
وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِئَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعاً
“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (QS 18:25)
Bagaimana bisa?
Hal ini bisa dibuktikan dengan analisis melalui fisika modern, yaitu teori relativitas Einstein.
“Jika suatu benda, makhluk hidup atau apa saja yang bergerak dengan kecepatan tertentu (mendekati kecepatan cahaya), maka benda tersebut akan mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang.”
Dan didalam Al Quran surat Al Kahfi ayat 18 termaktub :
“Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.” (QS 18:18)
“…Kami balik-balikkan mereka kekanan dan kekiri…” yang berarti mereka di dalam gua bergerak (digerakkan) dengan kecepatan tertentu. Berapa kecepatan mereka, sehingga mereka dapat hidup melitasi zaman? Dari data-data yang kita dapatkan dari Al-Quran berikut analisis untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus pembuktian kebenaran Ashabul Kahfi dalam Al-Quran.
Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang bergerak) t0 = 1 hari. Sedangkan waktu yang sebenarnya adalah t = 309 tahun = 109386 hari (tahun qomariah 1 tahun = 354 hari).
Dan jika nilai t1 dan t0 dimasukkan kedalam rumus :
V2 = 0,99999.C2
V = 0,999999C
Dari penjabaran diatas, jika para Ashabul Kahfi bergerak (digerakkan) mendekati kecepatan cahaya, maka ini membutktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi.
Kemudian penjelasan lainnya.
“…Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka…”
Mengapa orang yang melihat mereka ketakutan?
Seperti penjelasan teori relativitas diatas, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan tinggi maka selalu mengalami dilatasi waktu juga mengalamai kontraksi panjang dengan perumusan ;
Jika V mendekati kecepatan cahaya, maka nilai L1 ( panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda) akan mendekati nol. Ini berarti Ashabul Kahfi sudah hampir tidak terlihat wujudnya oleh orang yang melihatnya dari luar.
Namun bahwa mereka digerakkan ke kakan dan ke kiri , yang berarti mereka bergerak bolak balik, sesuai dengan teori fisika bahwa sebuah benda yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah semula, maka benda tersebut akan mengalami berhenti sesaat sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnnya akan kembali seperti semula. Sehingga setiap saat mereka akan berubah dari ukuran semula… mengecil… menghilang… membesar… ukuran semula. Begitu seterusnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana wujud mereka. Tentulah sangat mengerikan bukan?
Penjelasan berikutnya.
فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَداً
“Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu,” (QS 18:11)
Mengapa telinga mereka ditutup?
Sebagaimana kita semua telah mengetahui bahwa bunyi ditimbulkan dari suatu benda yang bergetar atau bergerak dan getaran benda itu menggetarkan udara. Selanjutnya udara tersebut menggetarkan selaput telinga, gendang telinga yang frekwensi getarannya sama dengan getaran frekwensi getaran benda, maka kita mendengar bunyi.
Namun apabila suatu benda bergerak diatas kecepatan bunyi, maka akan terjadi patahan gelombang (supersonic fracture) yang menimbulkan ledakan suara yang luar biasa kuatnya, bahkan mengakibatkan pecahnya kaca dan bengunan-bangunan. Misalnya pada pengemudian pesawat supersonic yang mengakibatkan suara yang meledak-ledak dan meruntuhkan bangunan dan kaca-kaca disekitarnya.
Demikian pula dengan Ashabul Kahfi. Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa gerakannnya mendekati kecepatan cahaya sehingga juga berlaku patahan-patahan gelombang, yang akan menimbulkan ledakan suara seperti halnya pesawat supersonic. Oleh karena itu sesuai dengan ayat 11 surat Al Kahfi telinga mereka ditutup selama beberapa tahun, ternyata guna melindungi gendang telinga meraka dari ledakan-ledakan suara yang ditimbulkan dari gerakan mereka yang terlalu cepat.
Dari analisis diatas kita dapat membuktikan secara ilmiah kebenaran cerita Ashabul Kahfi yang dulu oleh orang-orang barat dianggap cerita fantasi. Karena mereka mengganggap cerita itu tidak masuk akal, dan selama ini belum terbukti orang mampu hidup tanpa makan dan minum sampai bertahun-tahun.
Dan mereka memvonis semua cerita yang tidak masuk akal tidak dapat diterima sebagi suatu kebenaran. Persepsi yang demikian itu salah, analisis diatas membuktikan bahwa sesuatu yang tadinya tidak masuk akal menjadi masuk akal. Ini membuktikan bahwa akal manusia itu terbatas, karena mungkin akal manusia belum mampu mencerna dan menganalisis hal-hal tersebut.
Wallahu a’lam bishowab…
Saturday, April 13, 2013
soal dan pembahasan : rangkaian listrik dinamis
E1 = 6 volt
E2 = 9 volt
E3 = 12 volt

Tentukan :
a) Kuat arus yang melalui R1 , R2 dan R3
b) Beda potensial antara titik B dan C
c) Beda potensial antara titik B dan D
d) Daya pada hambatan R1
Pembahasan
a) Kuat arus yang melalui R1 , R2 dan R3
Langkah-langkah standar :
- menentukan arah arus
- menentukan arah loop
- masukkan hukum kirchoff arus
- masukkan hukum kirchoff tegangan
- menyelesaikan persamaan yang ada
Misalkan arah arus dan arah loop seperti gambar berikut :

Hukum Kirchoff Arus dan Tegangan :
Loop 1
(Persamaan I)
Loop II
(Persamaan II)
Gabungan persamaan I dan II :
b) Beda potensial antara titik B dan C
c) Beda potensial antara titik B dan D
d) Daya pada hambatan R1
BAGAIMANA MENCINTAI FISIKA
Tak kenal maka tak sayang
begitulah bunyi salah satu pepatah..
mengingat saya adalah seorang pengajar fisika,maka kali ini saya akan berbagi tips bagaimana mencintai ilmu fisika, karena sampai sekarang masih banyak siswa yang menganggap fisika itu hantu yang menakutkan, hiii ngeriii :)
Fisika bukanlah matematika,fisika bukanlah rumus2,fisika merupakan sebuah ilmu alam yang sifatnya dinamis,terus berkembang. Klo saya boleh mengatakan bahwa matematika itu adalah "bahasanya" fisika.
So,gak usah terlalu lama sob,cekidot :)
DOWNLOAD
begitulah bunyi salah satu pepatah..
mengingat saya adalah seorang pengajar fisika,maka kali ini saya akan berbagi tips bagaimana mencintai ilmu fisika, karena sampai sekarang masih banyak siswa yang menganggap fisika itu hantu yang menakutkan, hiii ngeriii :)
Fisika bukanlah matematika,fisika bukanlah rumus2,fisika merupakan sebuah ilmu alam yang sifatnya dinamis,terus berkembang. Klo saya boleh mengatakan bahwa matematika itu adalah "bahasanya" fisika.
So,gak usah terlalu lama sob,cekidot :)
DOWNLOAD
MESTAKUNG
Saya mau repost sob dr artikelnya pak yohanes surya tentang MESTAKUNG, simak ya sob :)
Bagaimana cara mestakung bekerja? Apa filosofi dibalik mestakung?
Mestakung (semesta mendukung) bekerja berdasarkan PENGATURAN DIRI (fisikawan menyebut ini sebagai self-organizing criticality), ketika sesuatu berada dalam kondisi kritis maka terjadilah pengaturan diri.
Misalnya kita mempunyai target menjadi CEO. Langkah pertama adalah PERCAYA bahwa kita bisa jadi CEO yang sukses, walaupun kenyataannya saat ini belum jadi (ini yang dinamakan kondisi kritis, hk pertama mestakung). Untuk menimbulkan rasa percaya ini, kita boleh menuliskan “saya ini CEO yang sukses” dalam buku, di tembok atau dimana saja. Bisa juga dengan berdoa, meditasi, atau membayangkan diri kita adalah CEO yang sukses.
Rasa percaya ini akan menimbulkan pengaturan diri dalam pikiran dan perbuatan kita. Sikap kita tiba-tiba menjadi lebih optimis dan lebih semangat.
Perubahan sikap ini harus diikuti dengan TINDAKAN (hk kedua mestakung) seperti belajar dari CEO (membaca biografi para CEO, belajar strategi memimpin perusahaan, teknik negosiasi dsb), bekerja lebih keras (datang paling pagi, pulang paling malam), sopan hormat pada atasan, selalu memotivasi teman-teman dan mencari ide-ide untuk membuat perusahaan berkembang cepat.
Tindakan di atas akan menimbulkan pengaturan diri dari sekeliling kita: teman-teman dan bawahan kita akan bersikap lebih positif dan mendukung pekerjaan kita, atasan dan pemilik modal bertambah senang dengan kemajuan perusahaan, bonus mulai berdatangan, dunia seakan berubah menjadi lebih indah, lebih positif, lebih optimis dan lebih mendukung kita.
Kalau kita terus TEKUN (hk ketiga mestakung), kita akan melihat mestakung, akan timbul percepatan (pelipatgandaan hasil) yang luar biasa, tiba-tiba perusahaan dapat keuntungan yang luar biasa, entah gimana caranya pemilik modal tahu bahwa kita yang membuat perusahaan ini menjadi besar, pemilik modal senang dan …… kita dipromosikan menjadi CEO!
Prinsip mestakung di atas dapat diterapkan pada mereka yang sedang berjuang sembuh dari penyakit, mencari pasangan hidup, mengatasi masalah rumah tangga, ingin studi lanjut, ingin jadi orang kaya dsb.
Selamat ber “mestakung” …….
DOWNLOAD
Bagaimana cara mestakung bekerja? Apa filosofi dibalik mestakung?
Mestakung (semesta mendukung) bekerja berdasarkan PENGATURAN DIRI (fisikawan menyebut ini sebagai self-organizing criticality), ketika sesuatu berada dalam kondisi kritis maka terjadilah pengaturan diri.
Misalnya kita mempunyai target menjadi CEO. Langkah pertama adalah PERCAYA bahwa kita bisa jadi CEO yang sukses, walaupun kenyataannya saat ini belum jadi (ini yang dinamakan kondisi kritis, hk pertama mestakung). Untuk menimbulkan rasa percaya ini, kita boleh menuliskan “saya ini CEO yang sukses” dalam buku, di tembok atau dimana saja. Bisa juga dengan berdoa, meditasi, atau membayangkan diri kita adalah CEO yang sukses.
Rasa percaya ini akan menimbulkan pengaturan diri dalam pikiran dan perbuatan kita. Sikap kita tiba-tiba menjadi lebih optimis dan lebih semangat.
Perubahan sikap ini harus diikuti dengan TINDAKAN (hk kedua mestakung) seperti belajar dari CEO (membaca biografi para CEO, belajar strategi memimpin perusahaan, teknik negosiasi dsb), bekerja lebih keras (datang paling pagi, pulang paling malam), sopan hormat pada atasan, selalu memotivasi teman-teman dan mencari ide-ide untuk membuat perusahaan berkembang cepat.
Tindakan di atas akan menimbulkan pengaturan diri dari sekeliling kita: teman-teman dan bawahan kita akan bersikap lebih positif dan mendukung pekerjaan kita, atasan dan pemilik modal bertambah senang dengan kemajuan perusahaan, bonus mulai berdatangan, dunia seakan berubah menjadi lebih indah, lebih positif, lebih optimis dan lebih mendukung kita.
Kalau kita terus TEKUN (hk ketiga mestakung), kita akan melihat mestakung, akan timbul percepatan (pelipatgandaan hasil) yang luar biasa, tiba-tiba perusahaan dapat keuntungan yang luar biasa, entah gimana caranya pemilik modal tahu bahwa kita yang membuat perusahaan ini menjadi besar, pemilik modal senang dan …… kita dipromosikan menjadi CEO!
Prinsip mestakung di atas dapat diterapkan pada mereka yang sedang berjuang sembuh dari penyakit, mencari pasangan hidup, mengatasi masalah rumah tangga, ingin studi lanjut, ingin jadi orang kaya dsb.
Selamat ber “mestakung” …….
DOWNLOAD
Subscribe to:
Comments (Atom)