Bukti Pertama:
Sudah sejak 1000 tahun terakhir, sejumlah
matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan
perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat
di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari dimana
matahari berada tepat di atas Ka'bah, dan arah bayangan matahari
dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi
setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27
GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal
tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.

Pada
saat-saat waktu diatas, ialah sangat tepat sekali jika digunakan untuk
mengkoreksi kiblat di setiap masjid di daerah2 lain. Kita hanya tinggal
mengikuti bayangan pada waktu yang telah ditentukan seperti diatas. Maka
tidak perlu lagi susah-susah menentukan arah kiblat yang benar.
Tentu
saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar
matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di
"balik" Ka'bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut
juga mengarah ke Ka'bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28
November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB)
Bukti Ke dua:
Astronout
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari
Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian
Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya
melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi,
dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat
gelap, siapa yang menggantungnya ???”
Para Astronot telah
menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara
resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari
kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi
dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan
penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota
Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi
tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan
ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih
berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa
radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di
planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Radiasi dari
Ka'bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20,
membuktikan jika Qur'an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur'an
mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan
oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

Bukti ke tiga:
Di
tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang
bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan
kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak
sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah
sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup
lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak
kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah,
maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius
dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Hal
ini telah dibuktikan dengan medan magnet bumi diberbagai kota di
belahan dunia barat & timur. Magnet bumi memiliki nilai sekian
derajat barat dan sekian derajat timur. Daerah yang tepat memiliki
nilai NOL / KOSONG ialah tepat pada kabah seperti gambar dari artikel
ini.

Perhatikan
gambar diatas yang didukung oleh satelit, survey magnet, dan lainnya.
Daerah mekah termasuk daerah dengan medan magnet nol hingga 10 derajat,
dan memang daerah ini terdapat di timur sekitar indonesia dan juga di
barat sekitar Panama dan samudra Pasifik. Namun jika dicermati, maka
akan jelas sekali bahwa pusatnya adalah di saudi, sebab area sebelah
barat mencekung melingkar menjauhi saudi. Begitu pula daerah Indonesia,
menggembung menjauhi saudi. Sedangkan saudi sendiri cenderung melingkar
jelas berikut medan-medan magnet yang lebih besar di sekitarnya.
SUBHANALLAH !!!

Dari
gambar diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa pengambilan besar medan
kekuatan magnet bumi di berbagai tempat di amerika utara, amerika
selatan, kutub selatan dan australia, menunjukkan bahwa titik pusat
pertemuannya adalah di MEKKAH. ALLAAHU AKBAR !!!

Dan
dari gambar ini dapat dilihat pula bahwa pengambilan besar medan
kekuatan magnet bumi dari Inggris, Afrika Barat dan Afrika selatan, maka
menghasilkan bahwa titik pusat pertemuannya juga ialah di MEKKAH. MASYA
ALLAAAHHH !!!
Bukti ke empat:
Penelitian lainnya
mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan
juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada
tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga
mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem
tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW
bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih
daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.
( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “
Bukti ke lima:
Mekkah
ialah GOLDEN RASIO bumi ini, tentu yang pernah belajar Matematika,
pastinya pernah mendengar nama Fibonacci. Dia adalah seorang ahli
matematika yang hidup pada abad pertengahan di Aljazair. Semasa
kecilnya pernah berguru kepada seorang ahli matematika Muslim, hingga
akhirnya Fibonacci membawa ilmu Golden Ratio yang mengguncangkan Eropa
dan dunia. Golden Ratio benar-benar terobosan ilmu pengetahuan yang
mencengangkan.

Anda
dapat melihat bukti-bukti ilmiah luar biasa dari misteri yang tetap
tersembunyi di Kota Suci Mekkah Selama Ribuan Tahun. Mekkah ditetapkan
sebagai arah bersujud, tempat konvensi miliaran umat Islam dan kota
suci bagi umat Islam. Orang-orang Muslim, yang sanggup, disunahkan
untuk pergi melakukan perjalanan melalui Ka’bah, Muzdelife dan Arafat
dan untuk berkumpul di kota suci.
Phi Konstan-1,618,
jumlah Nilai unggulan matematika. Allah – Sang Pencipta selalu
menggunakan nomor yang sama dalam berbagai peristiwa di alam semesta,
dalam pulse hati kita, rasio aspek spiral DNA, di desain khusus yang
disebut alam semesta dodecehadron, dalam aturan array daun tanaman
yang disebut phylotaxy, dalam bentuk serpihan salju, kristal, dalam
struktur spiral banyak galaksi. Sang Pencipta menggunakan nilai yang
sama, Golden Ratio – 1,618 ….
Nilai Rasio ini juga digunakan
untuk desain arsitektur, bahkan Piramida di Mesir. Kepler astronom
terkenal, Mendefinisikan Angka ini sebagai Penemuan yang Terbaik.
Banyak pelukis terkenal, insinyur dan arsitek, seperti Leonardo Da
Vinci, telah menggunakan rasio ini dalam karya seni mereka selama
ratusan tahun.

Proporsi
jarak antara Mekah – Kutub Utara dengan jarak antara Mekah – Kutub
Selatan adalah persis 1,618 yang merupakan Golden Ratio. Selain itu,
proporsi jarak antara Kutub Selatan dan Mekah dengan jarak antara kedua
kutub adalah lagi 1,618 unit.
Keajaiban belum selesai
The Golden Ratio Point of the World adalah di kota Mekkah menurut peta
lintang dan bujur yang merupakan penentu umum manusia untuk lokasi.

Proporsi
jarak Timur – Barat Mekah adalah 1,618 unit. Selain itu, proporsi
jarak dari Mekah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan
perimeter garis lintang dunia pada saat itu juga mengejutkan sama
dengan Golden Ratio – 1,618 unit. The Golden Ratio Point of the World
selalu dalam batas kota Mekkah, di dalam Daerah Suci yang meliputi
Ka’bah menurut semua sistem pemetaan kilometrical meskipun variasi
kecil dalam perkiraan mereka.
Golden Ratio Mekkah yang tertulis jelas dalam Al Qur’an
Hubungan antara Kota Mekah dan Golden Ratio jelas terukir dalam Surah Ali Imran’s (bagian dari Al Qur’an) ayat 96.
QS.3
Ali 'Imran:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk
(ibadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi
dan menjadi petunjuk bagi semua manusia

Jumlah
total semua huruf dari ayat ini adalah 47. Menghitung Golden Ratio
dari total surat, kata Mekkah tersirat : 47/1.618 = 29,0. Terdapat 29
surat-surat dari awal sampai ayat kata, Makkah seperti dalam peta
dunia. Jika hanya satu kata atau huruf yang hilang, rasio ini tidak
pernah bisa dipakai. Dengan tanpa batas, kita telah melakukan proses
yang sama yang kita laksanakan pada peta dunia dan menyaksikan
koherensi mulia sejumlah surat yang mengungkapkan hubungan antara
Mekah dan Golden Ratio.

Pakar
astronomi ITB Moedji Raharto, pun angkat bicara dan menyaranakan untuk
waktu dekat dijadikan jam hijriah. Meski didukung dengan bukti-bukti
ilmiah yang nyata, usaha seluruh muslim untuk menggeser pusat waktu
dunia ke Makkah memang bukan perkara mudah. Hal yang bisa dilakukan
sekarang adalah dengan menjadikan jam raksasa tersebut sebagai acuan
waktu hijriah.
..."Sekarang kan baru ada penanggalan
hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam penyatuan waktu untuk jam
hijriah," kata astronom ITB Moedji Raharto...
"Sekarang
kan baru ada penanggalan hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam
penyatuan waktu untuk jam hijriah," kata astronom ITB Moedji Raharto.